Hosting Indonesia
Adsense Indonesia
kky120x100
Adsense Indonesia

Wah! Ada12 Kota Kuno yang Ditinggalkan Penghuninya Begitu Saja

Diposting oleh Riduan
Sabtu, 12 Maret 2011


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Dunia mengenal sejumlah situs-situs kota yang telah ditinggalkan penghuninya. Situs-situs purbakala ini tersebar di seluruh negara. Mereka merefleksikan kebesaran kebudayaan dan pencapaian manusia yang hidup di masanya. Ada yang di masa prasejarah, ada yang sudah masuk masa sejarah.

14 Ramuan Jambu Biji Berkhasiat

Diposting oleh Riduan
Kamis, 03 Maret 2011


KOMPAS.com - Jambu biji (Psidium guajava L.) mengandung berbagai zat gizi yang dapat digunakan sebagai obat. Menurut catatan Parimin S.P. dalam Jambu Biji: Budi Daya dan Ragam Pemanfaatannya (Penebar Swadaya, 2007), dalam tiap 100 gram jambu biji masak segar terdapat 0,9 g protein, 0,3 g lemak, 12,2 g karbohidrat, 14 mg kalsium, 28 mg fosfor, 1,1 mg besi, 25 SI vitamin A, 0,02 mg vitamin B1, 87 mg vitamin C, dan 86 g air, dengan total kalori sebanyak 49 kalori.

Kandungan vitamin C jambu biji dua kali lipat jeruk manis yang hanya 49 mg per 100 g buah. Vitamin C itu terkonsentrasi pada kulit dan daging bagian luarnya yang lunak dan tebal. Kandungan vitamin C jambu biji memuncak saat menjelang matang.

Kandungan vitamin C pada jambu biji sanggup memenuhi kebutuhan harian anak berusia 13-20 tahun yang mencapai 80-100 mg per hari, atau kebutuhan vitamin C harian orang dewasa yang mencapai 70-75 mg per hari. Dengan demikian, sebutir jambu biji dengan berat 275 g per buah dapat mencukupi kebutuhan harian akan vitamin C pada tiga orang dewasa atau dua anak-anak.

Turunkan Kolesterol

Jambu biji juga kaya serat, khususnya pektin (serat larut air). Manfaat pektin antara lain menurunkan kolesterol dengan cara mengikat kolesterol dan asam empedu dalam tubuh serta membantu mengeluarkannya. Penelitian yang dilakukan Singh Medical Hospital and Research Center Morrabad, India, menunjukkan bahwa jambu biji dapat menurunkan kadar kolestreol total dan trigliserida darah serta tekanan darah pada penderita hipertensi.

Ada pun tanin yang menimbulkan rasa sepat pada jambu biji bermanfaat memperlancar sistem pencernaan dan sirkulasi darah, serta menyerang virus. Kalium yang terkandung pada buah ini berfungsi meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, mengatur pengiriman zat gizi ke sel tubuh, serta menurunkan kadar kolesterol total dan tekanan darah tinggi (hipertensi). Menurut penelitian, memakan jambu biji 0,5-1 kg/hari selama empat minggu, risiko terkena sakit jantung dapat berkurang hingga 16. persen.

Dalam jambu biji juga ditemukan likopen, yaitu zat karotenoid (pigmen penting dalam tanaman) yang memiliki aktivitas antioksidan, sehingga bermanfaat memberikan perlindungan pada tubuh dari serangan beberapa jenis kanker. Dalam jambu biji merah, kandungan likopen ini tersedia dalam jumlah melimpah.

Kemudian daun jambu biji yang juga sering dimanfaatkan sebagai obat, diketahui mengandung tanin, eugenol (minyak asiri), minyak lemak, damar, zat samak, triterpinoid, dan asam apfel. Biji jambu mengandung 14 persen minyak atsiri, 15 persen protein, dan 13 persen tepung.

Untuk catatan, jambu biji juga punya nama sebutan lain. Di antaranya glima breueh, glimeu beru, galiman, masiambu, biawas, jambu biawas, jambu batu (Sumatera); jambu klutuk, jambu krutuk, jhambu bhender, bayawas, tetokal, tokal (Jawa); jambu klutuk (Sunda); kojabas (Nusa Tenggara); kayawese (Maluku); fan shi liu gan (Cina).

Ragam Pemanfaatan

Menurut dokumentasi Parimin S.P. dan PDII–LIPI, di berbagai tempat, jambu biji lazim digunakan sebagai pengobatan dengan penyajian sebagai berikut:

1. Penguat jantung, membantu sistem pencernaan, dan antikanker

Jus jambu biji 200 ml Jus apel 400 ml Jus melon 200 ml Madu murni 100 cc Blender semua bahan sampai halus kemudian simpan di lemari pendingin. Minum secara teratur setiap pagi dan sore masing-masing 300 cc.

2. Demam berdarah dengue (DBD)

Ramuan 1: Jambu biji matang dan mengkal 3 buah dicuci bersih. Jambu yang sudah matang diblender sampai halus lalu disaring sehingga diperoleh jus jambu biji.

Jus jambu biji diminum tiga kali sehari sampai DBD sembuh. Buah yang mengkal dimakan langsung bersama kulitnya. Biji buah tidak perlu ikut dimakan.

Ramuan 2: Daun jambu biji segar 1 kg dicuci bersih, kemudian dipotong kecil-kecil (rajang). Blender dengan air secukupnya hingga halus. Saring dan endapkan, sehingga ekstrak daun terpisah dengan air. Oven ekstrak daun tersebut agar tahan lama.

Cara pemakaian: - Masukkan ekstrak ke dalam kapsul lalu minum dua kali sehari, setiap pagi dan sore. - Minum ekstrak daun bersama sirop jambu biji dengan takaran 1 sendok teh untuk 1/2 liter sirop yang diencerkan. Minum secara teratur sampai keluhan sembuh.

3. Diare

Ramuan 1: Daun jambu biji 30 gr ditambah segenggam tepung beras direbus dengan 1-2 gelas air. Larutan diminum 2 kali sehari.

Ramuan 2: Tiga lembar daun jambu biji muda segar dikunyah dengan sedikit garam, lalu ditelan. Lakukan sehari 2 kali.

Ramuan 3: Enam lembar daun jambu biji dicuci bersih lalu ditumbuk sambil diberi 1 cangkir air matang, peras, minum airnya. Cukup untuk diminum 2 kali sehari. Minum air perasannya. Lakukan setiap hari secara teratur, sampai benar-benar sembuh.

4. Maag

Delapan helai daun jambu biji dicuci, rebus dengan 1,5 liter air. Minum 3 kali sehari.

5. Disentri

Siapkan akar daun jambu biji secukupnya dan daun jambu 10 lembar. Potong-potong akar dan daun, cuci bersih, lalu rebus dengan air secukupnya selama 20 menit pada suhu 90 derajat Celsius. Saring air rebusan lalu minum secukupnya secara teratur sampai keluhan hilang.

6. Luka

Tiga pucuk daun jambu biji dicuci, kunyah sampai lumat. Tempelkan pada luka. Kandungan astringent-nya dapat menghentikan perdarahan.

7. Keputihan Dua genggam daun jambu biji muda dan 7 helai daun sirih dicuci, rebus dengan segelas air, saring. Tunggu agak dingin lalu minum. Cukup untuk diminum 2 kali sehari.

8. Perut kembung pada anak

Tiga helai daun jambu biji, 2 cm kulit batang pulasari, 5 butir adas direbus dengan 1,5 gelas air sampai airnya tinggal setengah, saring. Minum 3 kali sehari. Dosis untuk anak di bawah umur 3 tahun sesendok makan, di atas 3 tahun 2 sendok makan.

9. Sakit kulit

Ramuan 1: Segenggam daun jambu biji muda dan 7 kuntum bunga jambu biji dicuci, lumatkan sampai halus. Gosokkan pada kulit yang sakit.

Ramuan 2: Daun jambu biji segar 500 gram dipotong-potong lalu direbus dengan air panas 90 derajat Celsius selama 20 menit. Saring air rebusan lalu gunakan untuk mandi selagi airnya masih hangat. Lakukan secara teratur sampai penyakit kulit hilang.

10. Diabetes

Satu buah jambu biji yang masih mengkal dipotong-potong, rebus dengan 3 gelas air hingga tinggal 1 gelas, saring. Minum 2 kali sehari.

11. Beser (sering buang air kecil)

Tiga pucuk daun jambu biji dicuci, lalap dengan sedikit garam dan merica. Makan setiap siang dan malam selama 2 hari.

12. Sariawan

Ramuan 1: Rebus 1 genggam daun jambu biji segar ditambah 1 jari kulit batangnya dengan 1 liter air, saring. Minum 2 kali sehari.

Ramuan 2: Daun jambu biji muda 2 lembar, daun sirih segar 1 lembar, daun saga segar satu genggam dicuci sampai bersih. Tumbuk semua bahan sampai halus lalu tambahkan air. Peras adonan itu lalu gunakan airnya untuk kumur-kumur 2-3 kali sehari.

13. Luka berdarah atau borok di sekitar tulang

Lumatkan daun jambu biji segar, tempelkan di tempat yang sakit. Lakukan beberapa kali sehari.

14. Ambeien

Ramuan 1: Daun jambu biji muda atau pucuknya dan sebuah pisang batu dicuci, lalu ditumbuk. Minum air perasannya. Lakukan setiap hari secara teratur, sampai benar-benar sembuh.

Ramuan 2: Buah jambu biji segar 500 gram direbus menggunakan air secukupnya hingga menjadi cairan kental. Oleskan cairan itu ke bagian tubuh yang sakit. (Waskito Trisnoadi)

Sumber : Tabloid Gaya Hidup Sehat
Editor: Asep Candra


SEBUAH studi baru menyebutkan bahwa bahan aktif dalam ganja dapat membantu pasien kanker mendapatkan kembali selera dan indera perasa mereka.

Hilangnya nafsu makan adalah kondisi umum pada pasien kanker, baik karena kanker itu sendiri maupun pengobatannya yang memengaruhi rasa dan bau sehingga menyebabkan hilangnya kenikmatan makanan.

Hal ini, nantinya dapat menyebabkan penurunan berat badan, anoreksia, dan kualitas hidup yang hidup. Karena itu, peneliti terus berupaya menemukan cara efektif untuk membantu pasien mempertahankan pola makan yang baik dengan
mengkonsumsi kalori cukup.

Para peneliti di Kanada pun melakukan sebuah uji coba dari Mei 2006 sampai Desember 2008 terhadap 21 pasien dewasa dengan kanker lanjut (kecuali kanker otak) yang telah mengalami penurunan nafsu makan akibat dari penyakit mereka
selama dua minggu atau lebih.

Secara acak, pasien menerima obat dari apoteker dengan cara double-blind, yang berarti bahwa baik pasien maupun dokter sama-sama tak tahu obat yang diterima. Sebelas pasien menerima kapsul oral yang mengandung delta 9 tetrahydrocannabinol
(THC) bahan psikoaktif utama dalam ganja dan delapan pasien menerima kapsul plasebo.

"Ini adalah uji coba pertama yang menunjukkan bahwa THC membuat rasa makanan lebih baik dan meningkatkan selera untuk pasien dengan kanker tingkat lanjut, serta membantu mereka untuk tidur dan lebih baik. Temuan kami penting karena hingga kini memang tidak ada pengobatan untuk chemosensory, yakni perubahan yang dialami oleh pasien kanker. Kami sangat antusias tentang kemungkinan-kemungkinan bila THC dapat digunakan untuk meningkatkan kenikmatan pasien terhadap makanan," kata Dr Wendy Wismer (PhD), profesor di University of Alberta (Edmonton, Kanada). Penelitian ini telah dipublikasikan secara online dalam jurnal kanker, Annals of Oncology edisi Februari 2011. (Pri/OL-06)
Penulis : Prita Daneswari (Media Indonesia)

Stroke Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia

Diposting oleh Riduan
Selasa, 01 Maret 2011


Jakarta (ANTARA) - Stroke atau serangan jantung menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia untuk kategori penyakit tidak menular (PTM).

"Data kematian akibat PTM yang tadinya 41,7 persen pada tahun 1995 meningkat menjadi 59,5 persen pada 2007. Penyebab kematian tertinggi di Indonesia adalah stroke sebesar 15,4 persen," kata Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih ketika membuka pertemuan regional Badan Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara yang membahas penanggulangan penyakit tidak menular yang digelar di Hotel Gran Melia, Jakarta, Selasa.

Menkes menambahkan angka prevalensi PTM di Indonesia cukup tinggi yang meliputi penyakit hipertensi, penyakit jantung, stroke, penyakit tulang dan otot (muskuloskeletal) serta kecelakaan lalu lintas.

Selain itu prevalensi faktor resiko PTM juga tinggi Seperti obesitas, makanan beresiko, kurang buah dan sayur, kurang aktivitas fisik, merokok dan masalah kejiwaan.

"Kementerian Kesehatan memberikan perhatian serius dalam pengendalian PTM dengan membentuk unit khusus PTM sejak 2006 dengan program prioritas penyakit jantung, penyakit kanker, penyakit kronis dan generatif, diabetes mellitus dan penyakit metabolik serta kecelakaan dan cidera," ujar Menkes.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan disebut Menkes adalah pembentukan jejaring PTM dengan programnya antara lain intervensi berbasis masyarakat yaitu Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) yang melakukan "screening" faktor resiko PTM dan penyuluhan pencegahan PTM.

"Program lain adalah pengendalian tembakau dengan kegiatan advokasi termasuk pembentukan aliansi walikota dan bupati, monitoring penggunaan tembakau serta menyusun peraturan perundangan," ujar Menkes.

Saat ini cakupan program PTM sudah mencapai 60 persen provinsi di tanah air dengan kegiatan utama yang dilakukan berupa sosialisasi dan advokasi, pengendalian faktor resiko, deteksi dini, manajemen kasus, surveilens epidemiologi, jejaring kemitraan, monitoring, KIE, evaluasi, pembiayaan dan ketenagaan.

Mau Setrika Hemat, Perhatikan Logamnya

Diposting oleh Riduan
Minggu, 27 Februari 2011


KOMPAS.com - Setrika listrik mungkin terlihat sepele. Namun kalau tak diperhatikan pemilihan serta pemakaiannya, piranti ini bisa juga memboroskan energi. Apalagi dibandingkan alat elektronika lainnya di rumah, setrika listrik termasuk yang menyedot daya tinggi. Bagaimana sih cara memilih dan memakai setrika dengan benar?
Lapisan coklat yang sering ada di bagian bawah setrika menyerap panas yang diproduksi. Kotoran pun membuat Anda menunggu lebih lama hingga setrika panas

Menurut Dr-Ing Eko Adhi Setiawan, hal yang perlu diperhatikan dalam memilih setrika listrik pada dasarnya sama dengan produk elektronika lain. "Soal daya yang dibutuhkan untuk operasinya, lama garansi dan reputasi produk penting untuk dilihat."

Namun, menurut Eko, yang kini aktif menjadi dosen Teknik Elektro Universitas Indonesia, jenis setrika bisa menjadi pertimbangan. "Sekarang kan ada produk setrika yang memiliki kontrol suhu otomatis. Nah ini juga akan membantu penghematan energi," katanya.

Sementara dalam memakaiannya, Eko menjelaskan pentingnya membersihkan bagian bawah setrika agar produk lebih hemat energi. "Bagian bawah itu harus sering dibersihkan agar panasnya bisa langsung digunakan," katanya.

Menurutnya, lapisan coklat yang sering ada di bagian bawah setrika menyerap panas yang diproduksi. Kotoran pun membuat Anda menunggu lebih lama hingga setrika panas. Akhirnya panas bisa terbuang sia-sia

Eko juga menganjurkan untuk menghindari pasang cabut listrik. Hal tersebut akan membuat daya yang dikeluarkan lebih besar. Menyetrika dalam jumlah banyak sekaligus lebih baik daripada menyetrika satu per satu. Sebab, untuk mencapai panas yang diperlukan butuh waktu bagi setrika dan hal tersebut membutuhkan daya listrik.

Terakhir, penting untuk memperhatikan jenis bahan dan suhu yang sesuai. Anda bisa menyetel dengan pemutar yang ada untuk melakukan hal ini. Selain menjaga pakaian tetap awet, ini akan membantu Anda menghemat energi.


Penulis: Yunanto Wiji Utomo | Editor: Tri Wahono

Bagikan

Blogger Template New Plus Blue

Designed by : Edo Pranata XML Coded by : Edo Pranata